
Pada hari Sabtu, 27 Pebruari 2008 kedai Mie Janda kedatangan tiga orang jurnalis. Mereka berasal dari tabloid Info Kuliner. Sebuah tabloid yang memuat tentang panduan usaha dan wisata kuliner. Sebuah tabloid yang bisa dijadikan referensi bagi para peminat dan penikmat kuliner yang terbiasa berburu kelejatan makanan demi mengenyangkan perut, memuaskan selera dan membahagiakan hatinya.
Lho kok bisa-bisanya kru Info Kuliner mendarat di kedai yang amat sederhana seperti Mie Janda ini. Bukankah masih banyak kedai yang jauh lebih mewah. Ternyata Mie Janda di pilih karena memiliki keunikan rasa tentunya selain keunikan namanya. Dan untuk edisi berikutnya ini Info Kuliner sedang merekomendasikan beberapa rumah makan sebagai tujuan wisata kuliner di bilangan Cibinong dan sekitarnya. Jadilah Mie Janda salah satunya yang dipilih.
Seorang pemilik kedai Mie Janda sebenarnya sudah menyarankan pihak mereka untuk jalan-jalan juga ke usaha sejenis, yakni usaha di bidang kuliner mie dan bakso. Terlebih di Cibinong terdapat banyak usaha tersebut dan banyak pula yang telah berdiri belasan bahkan puluhan tahun. Tapi mereka tetap memilih Mie Janda . Jelas saya sangat tersanjung, saya bangga. Alhamdulillah .
Para jurnalis tersebut menanyakan banyak hal tentang Mie Janda , meski yang mereka liput toh tetap tentang masakanya. Saya bersyukur, mereka mengapresiasi cerita yang saya sampaikan. Tentang semangat Mie Janda yang semoga tak luntur di telan kegemilangan, kesuksesan. Yakni semangat berbagi.
Jika tidak ada halangan dan perubahan objek liputan, Mie Janda akan nampak di tabloid tersebut untuk edisi yang terbit sekitar tgl 10 Maret 2010. Lagi-lagi ini adalah kado ulang tahun buat Mie Janda . Alhamdulillah .
Mon, 1 Mar 2010 @19:51achoey |